MALANG — Arema FC semakin mantap melangkah untuk mendapatkan hak pengelolaan kawasan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Kejelasan rencana ini terlihat saat manajemen Arema FC melakukan peninjauan langsung di kawasan stadion bersama Bupati Malang, H.M. Sanusi, Sabtu (19/9).
Dalam agenda peninjauan tersebut, CEO Arema FC Iwan Budianto, General Manager Yusrinal Fitriandi, serta Ketua Panpel Bram Hady Sulton mengelilingi seluruh area kompleks olahraga. Rombongan tidak hanya melihat bagian utama stadion, tetapi juga memeriksa fasilitas pendukung seperti lintasan atletik, kolam renang, area skateboard, arena panjat tebing, pusat kuliner dan suvenir, hingga Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13.
Pengelolaan kawasan ini diproyeksikan tidak hanya berfokus pada sewa stadion untuk laga kandang, melainkan pembentukan ekosistem berkelanjutan sepanjang tahun. Arema FC berencana mengintegrasikan kegiatan olahraga, ruang publik, sport science, hingga sport tourism.
Guna merealisasikan rencana tersebut, Arema FC mengusung konsep Legacy Safety.
Pendekatan ini menitikberatkan pada aspek keselamatan dan kenyamanan modern tanpa mengesampingkan nilai sejarah dan kemanusiaan. Penataan kawasan dirancang agar ramah bagi keluarga dan wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.
CEO Arema FC, Iwan Budianto, menjelaskan bahwa proses pengajuan hak pengelolaan kawasan ini memerlukan keterlibatan dan koordinasi dari tiga instansi pemerintah pusat, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).