SOLO – Persib Bandung U18 harus puas mengamankan satu poin setelah bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Garuda United pada game ketiga Grup B Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, Sabtu (10/10).
Sejak awal laga, kedua tim tampil terbuka dan saling berganti melakukan serangan demi mencetak gol. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan setelah 2x45 menit pertandingan berakhir, tidak ada satu pun peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh kedua belakangan tim.
Meski membawa pulang poin dari laga tandang, pelatih Persib Bandung U18, Tito Agung Setiawan, mengaku kurang puas dengan performa anak asuhnya. Ia menilai level kebugaran fisik pemain menjadi kendala utama yang menghambat performa maksimal di lapangan.
"Melihat performa anak-anak, saya kurang puas. Banyak yang perlu dibenahi, tapi menurut saya, hal utamanya adalah level kebugaran yang membuat mereka tampil tidak sesuai dengan yang diharapkan," kata Tito seusai pertandingan.
Faktor kelelahan disinyalir tak lepas dari perjalanan darat sekitar delapan jam yang harus ditempuh skuad Maung Ngora dari Bandung menuju Solo, di mana tim baru tiba pada Jumat (9/10) dini hari. Sebelum laga, tim pelatih hanya sempat memberikan dua sesi latihan ringan guna menjaga kondisi dan sentuhan bola pemain.
Selain faktor stamina, adaptasi terhadap kondisi lapangan Stadion Universitas Sebelas Maret juga menjadi catatan evaluasi penting bagi jajaran pelatih.
"Kami berlatih ringan di pelataran hotel jadi ini juga akan menjadi catatan. Mungkin ke depan, kami akan melakukan familiarisasi lapangan karena terlihat, anak-anak juga cukup kaget dengan kondisi lapangan," jelas Tito.
Hasil imbang ini langsung menjadi bahan evaluasi cepat bagi Persib U18 guna mempersiapkan diri melakoni gim keempat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10). Tito berharap timnya mampu mendongkrak kebugaran fisik dan menunjukkan penampilan yang lebih solid demi mengamankan hasil maksimal pada laga selanjutnya.