JAKARTA — Dean James tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan momen spesial bersama Timnas Indonesia. Gol internasional pertamanya justru lahir di panggung terbesar: final Piala ASEAN FIFA melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
James menjadi pembuka drama pada menit ke-84. Tendangan bebasnya dari sisi kanan pertahanan Thailand berubah arah setelah mengenai Iklas Sanron sebelum melewati kiper Saranon Anuin.
Gol tersebut membawa Indonesia unggul 1-0 dan menjadi gol pertama James sejak mengenakan jersey Merah Putih.
“Rasanya luar biasa bisa mencetak gol pertama saya untuk Indonesia di pertandingan ini, terlebih di final. Saya sangat senang kami akhirnya memenangkan pertandingan,” ujar Dean James kepada FIFA.com.
Namun, gol tersebut tidak serta-merta mengakhiri pertandingan. Thailand membalas hanya tiga menit kemudian melalui Iklas Sanron dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Thailand bahkan sempat membalikkan keadaan pada menit ke-111 lewat Peeradol Chamrasamee. Indonesia kemudian kembali bangkit setelah Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan lima menit berselang.
Skor 2-2 bertahan hingga akhir babak tambahan dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Di luar drama di lapangan, James juga mendapatkan pengalaman lain yang tidak kalah berkesan: bermain di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia di GBK.
“Saya melihat langsung atmosfernya. Ketika berada di lapangan, rasanya luar biasa. Sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata. Saya hanya sangat bahagia bisa bermain di sini,” kata James kepada FIFA.com.
Atmosfer tersebut menjadi latar bagi salah satu malam paling penting dalam perjalanan James bersama Indonesia. Ia datang ke final dengan misi membantu Garuda meraih gelar, lalu pulang dengan gol internasional pertama dan trofi Piala ASEAN FIFA.
Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti. Emil Audero menjadi penentu setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.
Bagi Dean James, final di GBK bukan sekadar pertandingan. Itu adalah malam ketika ia mencetak gol pertamanya untuk Indonesia di partai final—dan ikut menulis sejarah bersama Garuda.