Luke Vickery Kesampingkan Catatan Individu, Fokus pada Gelar Indonesia
JAKARTA, 6 Oktober 2026 — Luke Vickery memilih melihat perjalanan Timnas Indonesia di Piala ASEAN FIFA dari sudut pandang kolektif. Meski mencatat gol dan assist sepanjang turnamen, pemain Garuda itu menilai pencapaian individu tidak lebih penting dibanding keberhasilan tim menuntaskan turnamen dengan trofi.
Final melawan Thailand menjadi puncak dari perjalanan tersebut. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh perubahan momentum sebelum Indonesia akhirnya mengamankan gelar melalui adu penalti.
Vickery mengakui laga tersebut sulit dijelaskan hanya dengan satu emosi. Ketegangan terus berubah seiring jalannya pertandingan hingga kedua tim harus melewati 120 menit permainan.
“Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, dengan momentum yang terus naik dan turun,” kata Vickery kepada FIFA.
Sepanjang turnamen, Vickery memberikan kontribusi melalui gol dan assist. Namun, ia tidak ingin pencapaian tersebut berdiri sendiri. Baginya, statistik personal hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan skuad Garuda.
“Saya selalu ingin terus berkembang. Saya mencetak beberapa gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami berhasil memenangkan seluruh turnamen. Hanya itu yang terpenting,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana Vickery menempatkan perkembangan dirinya sebagai bagian dari kebutuhan tim. Setiap kontribusi di lapangan memiliki tujuan yang sama, yakni membantu Indonesia melewati setiap pertandingan hingga mencapai laga terakhir.
Final di Stadion Utama Gelora Bung Karno kembali memperlihatkan bagaimana perjalanan itu tidak berjalan mudah. Indonesia sempat unggul melalui Dean James pada menit ke-84, tetapi Thailand segera menyamakan kedudukan lewat Iklas Sanron.
Memasuki babak tambahan, Thailand bahkan berbalik unggul melalui Peeradol Chamrasamee. Indonesia kemudian merespons lewat Elkan Baggott yang mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116.
Pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Emil Audero menjadi penentu setelah menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya, sementara Indonesia menyelesaikan empat tendangan penalti dengan sempurna.
Bagi Vickery, seluruh proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang jauh lebih besar daripada catatan pribadi. Gol, assist, pertandingan sulit, hingga tekanan di final akhirnya menyatu dalam satu perjalanan yang membawa Indonesia mengangkat trofi Piala ASEAN FIFA.