Presiden Deltras FC, Deddy Adrianto Wibowo, berbicara mengenai konsistensi performa tim, pembangunan basis suporter, pengembangan akademi, hingga persiapan infrastruktur dan finansial untuk menyambut peluang promosi ke Liga 1. Di luar target kompetitif, Deltras juga berupaya mengembalikan klub ke tengah kehidupan masyarakat Sidoarjo melalui berbagai program dan peningkatan pelayanan di Stadion Gelora Delta.
Deltras FC tengah berupaya membangun kembali kekuatan sepak bola Sidoarjo. Tidak hanya melalui pencapaian di atas lapangan, klub berjuluk The Lobster tersebut juga mengembangkan berbagai program untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Presiden Deltras FC, Deddy Adrianto Wibowo, sejumlah program mulai dijalankan. Mulai dari Deltras Goes to School, Match Day Festival, menghadirkan talenta lokal, memperbanyak tenant kuliner, hingga rencana penyediaan ambulans gratis bagi suporter dan masyarakat.
Di sisi olahraga, Deltras juga mempertahankan strategi dengan mengandalkan banyak pemain muda. Sementara itu, kehadiran psikolog olahraga menjadi bagian dari upaya manajemen dalam menjaga stabilitas internal dan meningkatkan performa tim.
Dalam wawancara mendalam ini, Deddy Adrianto Wibowo mengungkapkan arah pembangunan Deltras, ambisi memperbesar basis suporter, serta kesiapan klub menghadapi kemungkinan promosi ke Liga 1.
Menjaga Konsistensi Deltras di Papan Atas
Deltras menunjukkan tren performa yang positif dan mampu menjaga posisinya di papan atas klasemen. Apa yang menjadi kunci konsistensi tim sejauh ini?
Salah satunya adalah bagaimana kami selalu berusaha menjaga kekompakan di internal tim. Selain itu, kami juga memperhatikan pola latihan dan pola makan pemain.
Ada tiga hal yang selalu kami utamakan, yaitu kekompakan tim, pola latihan, dan pola makan. Alhamdulillah, dengan menjaga ketiga aspek tersebut, sampai saat ini Deltras masih bisa berada di puncak klasemen.
Deltras juga mengandalkan banyak pemain muda. Apakah strategi tersebut memang dirancang untuk menghadapi panjangnya kompetisi musim ini?
Kami cukup percaya dengan strategi yang sudah diterapkan saat ini, yaitu menggunakan banyak pemain muda.
Ada beberapa pertimbangan. Pertama, kompetisi ini sudah dua tahun dilaksanakan dengan format tiga putaran. Artinya, perjalanan kompetisi cukup panjang.
Kedua, tahun ini juga akan menjadi kali pertama diselenggarakannya League Cup. Dengan adanya kompetisi tambahan, tentu kebutuhan rotasi pemain akan semakin besar.
Kami harus mengantisipasi berbagai kemungkinan, seperti cedera, akumulasi kartu, dan kondisi lainnya. Dengan memiliki banyak talenta muda, kami berharap proses rotasi bisa lebih mudah dilakukan dan risiko kelelahan maupun cedera dapat dikelola dengan baik.
Harapannya, strategi ini bisa membantu Deltras menjaga konsistensi performa sepanjang kompetisi.
Deltras Kembali ke Hati Delta: Mendekatkan Klub dengan Masyarakat
Manajemen memperkenalkan sejumlah program, mulai dari Match Day Festival hingga Deltras Goes to School. Apa sebenarnya visi besar di balik program-program tersebut?
Kami memiliki slogan “Deltras Kembali ke Hati Delta”. Melalui slogan tersebut, kami ingin menghadirkan Deltras kembali ke tengah-tengah masyarakat Sidoarjo.
Salah satu caranya adalah melalui program Goes to School. Kami ingin Deltras tidak hanya dikenal oleh masyarakat yang datang ke stadion, tetapi juga hadir langsung di lingkungan pendidikan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, untuk kegiatan match day, kami berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pengalaman masyarakat ketika datang ke Stadion Gelora Delta.
Ada banyak hal yang sedang kami coba. Misalnya, menghadirkan lebih banyak tenant kuliner serta memberikan ruang bagi talenta-talenta lokal untuk tampil di stadion.
Kami ingin masyarakat mendapatkan pengalaman yang lebih baik ketika menyaksikan pertandingan Deltras. Harapannya, mereka merasa nyaman, senang, dan aman ketika berada di Gelora Delta.
Ke depan, kami juga akan terus mencari program-program baru yang bisa memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat Sidoarjo.
Program Goes to School sebenarnya bukan hal baru dalam dunia sepak bola. Namun, Deltras terlihat cukup serius menjalankannya. Seberapa penting program ini bagi masa depan klub?
Kami melihat Goes to School sebagai program yang sangat serius. Ini bukan sekadar formalitas atau kegiatan seremonial.
Kalau melihat kondisi geografis dan perkembangan sepak bola di Sidoarjo, kami membutuhkan regenerasi masyarakat yang datang ke Stadion Gelora Delta untuk menyaksikan pertandingan.
Karena itu, program ini kami pandang sebagai investasi jangka panjang. Mungkin hasilnya baru benar-benar bisa kami rasakan dalam lima sampai enam tahun ke depan.
Menurut kami, nilai dari Goes to School justru sangat besar. Selain memperkenalkan Deltras kepada pelajar dan masyarakat, kami juga ingin memperkenalkan Deltras Academy.
Kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa ada potensi dan peluang yang bisa mereka kembangkan melalui Deltras Academy. Mereka bisa melihat bahwa berkarier di sepak bola juga memiliki jalur pembinaan yang dapat ditempuh bersama Deltras.
Untuk musim ini, apakah Goes to School akan menyasar semua jenjang pendidikan, atau ada segmentasi khusus?
Untuk musim ini, kami memang fokus ke SMP dan SMK.
Mungkin pada musim depan kami akan mencoba mengeksplorasi program ini lebih jauh. Bentuk kegiatannya juga bisa berbeda-beda di setiap sekolah.
Ada sekolah yang programnya hanya berupa pengenalan Deltras. Ada juga kemungkinan kami menghadirkan program akademi secara lebih langsung di lingkungan sekolah.
Namun, untuk musim ini, fokus kami adalah terlebih dahulu menghadirkan Deltras di tengah-tengah pelajar dan masyarakat.
Membangun Identitas di Tengah Rivalitas Sepak Bola Jawa Timur
Sidoarjo berada di antara dua kekuatan besar sepak bola Jawa Timur, yakni Persebaya dan Arema. Bagaimana Deltras memandang posisinya dalam peta sepak bola regional tersebut?
Kalau membandingkan Deltras dengan Persebaya dan Arema, tentu ada beberapa hal yang perlu dilihat.
Pertama, saat ini kami berada di liga yang berbeda. Mereka bermain di Liga 1 yang level kompetisinya lebih tinggi. Selain itu, basis suporter kedua klub tersebut juga sudah terbentuk sejak lama dan memiliki jumlah yang besar.
Sementara itu, sepak bola di Sidoarjo sendiri baru kembali menggeliat dalam tiga sampai empat tahun terakhir. Sebelumnya, aktivitas sepak bola dan proses pembentukan suporter di sini memang sudah cukup lama tidak berjalan secara optimal.
Tentu kami juga ingin suatu saat Deltras bisa sebesar Arema atau Persebaya. Namun, untuk mencapai hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Kami memahami bahwa membangun klub bukan hanya tentang prestasi di lapangan. Ada proses panjang untuk membangun identitas, kedekatan dengan masyarakat, serta basis suporter yang kuat.
Psikolog Olahraga dan Pembenahan Internal Tim
Musim ini Deltras juga menghadirkan Afif Kurniawan sebagai psikolog olahraga. Apa yang ingin dicapai manajemen melalui kehadiran psikolog di dalam tim?
Dengan hadirnya psikolog di dalam tim, kami ingin membenahi performa bukan hanya dari sisi teknis ketika pemain berada di lapangan.
Kami juga ingin menjaga emosi dan stabilitas kondisi internal tim.
Misalnya, hubungan antarpemain serta berbagai kondisi internal yang berpotensi mengganggu performa di lapangan. Hal-hal seperti itu ingin kami minimalisasi dengan menghadirkan psikolog.
Jadi, perhatian kami bukan hanya bagaimana pemain berlatih dan bertanding, tetapi juga bagaimana kondisi internal mereka tetap terjaga sehingga bisa memberikan performa terbaik.
Ambulans Gratis untuk Suporter dan Masyarakat Sidoarjo
Manajemen juga berencana menghadirkan fasilitas ambulans gratis. Bagaimana awal mula munculnya gagasan tersebut?
Ini merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan pengalaman masyarakat ketika datang ke stadion.
Kami selalu melakukan evaluasi dari setiap pertandingan yang sudah dilaksanakan. Ketika jumlah penonton mencapai 11.200 orang, ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami.
Salah satunya adalah masih kurangnya fasilitas ambulans apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Karena itu, kami ingin menghadirkan satu unit ambulans yang nantinya bisa digunakan pada saat match day.
Namun, kami juga tidak ingin fasilitas tersebut hanya dimanfaatkan ketika pertandingan berlangsung. Kami akan mencoba mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dengan rumah sakit lokal di Sidoarjo agar ambulans tersebut juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas.
Kapan masyarakat bisa mulai menikmati fasilitas ambulans gratis tersebut?
Mudah-mudahan pada pertengahan November fasilitas ambulans gratis Deltras sudah tersedia.
Ini merupakan salah satu bentuk usaha kami untuk menghadirkan Deltras lebih dekat dengan masyarakat Sidoarjo, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada suporter.
Pesan untuk Masyarakat Sidoarjo
Antusiasme masyarakat untuk datang ke Gelora Delta mulai meningkat. Apa pesan Presiden Deltras kepada warga Sidoarjo yang belum sempat menyaksikan pertandingan secara langsung?
Untuk masyarakat Sidoarjo yang belum pernah datang ke Gelora Delta, kami akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik.
Kami juga akan menghadirkan berbagai gebrakan baru yang menarik. Kami ingin masyarakat mendapatkan pengalaman yang menyenangkan ketika datang ke stadion, dengan nilai atau value for money yang baik.
Kepada masyarakat yang selama ini sudah datang dan mendukung Deltras, kami mengucapkan terima kasih.
Kami berharap mereka bisa kembali datang dan terus memberikan dukungan kepada Deltras pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Menatap Liga 1: Infrastruktur dan Finansial Mulai Dipersiapkan
Dengan posisi Deltras saat ini, tentu harapan promosi ke Liga 1 semakin terbuka. Sejauh mana optimisme dan kesiapan manajemen menghadapi kemungkinan tersebut?
Ini tentu menjadi sebuah berkah bagi kami. Saat ini kami juga sudah mulai melakukan beberapa langkah antisipasi apabila Deltras bisa naik ke Liga 1.
Persiapan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari infrastruktur hingga kondisi keuangan klub. Kami sudah mulai mempersiapkannya dari sekarang.
Saya yakin dengan infrastruktur yang dimiliki Deltras saat ini, salah satu kekuatan terbesar kami adalah akademi.
Kalau ditanya mengenai kesiapan saat ini, kami merasa sudah siap. Mudah-mudahan semuanya dilancarkan sehingga Deltras bisa naik ke Liga 1.
Membangun Deltras Bukan Hanya untuk Hari Ini
Dari berbagai program yang disampaikan Deddy Adrianto Wibowo, terlihat bahwa pembangunan Deltras tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil pertandingan dalam jangka pendek.
Manajemen mencoba membangun fondasi yang lebih luas, mulai dari pembinaan pemain muda, regenerasi suporter, peningkatan pengalaman penonton, hingga penguatan fasilitas pendukung klub.
Program Goes to School bahkan diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya diharapkan terasa dalam lima sampai enam tahun mendatang. Sementara itu, rencana ambulans gratis dan berbagai kegiatan di Gelora Delta menjadi bagian dari upaya menjadikan Deltras lebih dekat dengan masyarakat.
Di sisi kompetitif, penggunaan pemain muda, perhatian terhadap kondisi psikologis tim, serta persiapan infrastruktur dan finansial menunjukkan sejumlah aspek yang sedang dibangun untuk menghadapi tantangan kompetisi.
Bagi Deddy, ambisi Deltras tidak berhenti pada pencapaian di lapangan. Ada harapan besar agar klub kembali menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sidoarjo.
Sebab, melalui semangat “Deltras Kembali ke Hati Delta”, klub ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat sekaligus mempersiapkan masa depan sepak bola Sidoarjo.