DUA BABAK DUA BABAK SPORTS NEWS PORTAL
DUA SISI, SATU PERMAINAN, BERAGAM CERITA
Liga 2

Kemenangan di Depan Mata Buyar Menit Akhir, Persela Lamongan Kembali Gagal Amankan Poin Penuh Kontra De Red FC

Rentetan hasil kurang memuaskan masih belum mampu dihentikan oleh Persela Lamongan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.

Foto: IG Persela
Foto: IG Persela

LAMONGAN — Rentetan hasil kurang memuaskan masih belum mampu dihentikan oleh Persela Lamongan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/27. Menghadapi De Red FC di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Minggu (25/10) sore, Laskar Joko Tingkir harus puas bermain imbang 2-2.

Hasil ini memperpanjang catatan negatif Persela yang gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun. Sebelumnya, Dendy Sulistyawan dan kolega harus puas berbagi angka dengan Deltras FC (11/10) sebelum takluk di tangan RANS Nusantara FC (17/10).

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persela sebenarnya tampil agresif dan sempat memimpin jalannya pertandingan hingga dua kali. Keunggulan pertama dibuka melalui sundulan tajam J. Conceicao Cabral saat laga baru berjalan 11 menit.

Namun, memasuki babak kedua, De Red FC berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi bek mereka, Keven Alleson, pada menit ke-55. Memasuki menit ke-61, Persela kembali bergemuruh setelah Caique Silvio Souza sukses membawa timnya unggul kembali 2-1.

Kemenangan yang sudah di depan mata itu akhirnya buyar di detik-detik akhir pertandingan. Memasuki menit injury time tepatnya 90+4, Keven Alleson kembali menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Persela lewat gol keduanya yang memaksa laga berakhir imbang 2-2.

Menanggapi hasil minor ini, pelatih kepala Persela Lamongan, Bima Sakti, dengan ksatria menyatakan bertanggung jawab penuh atas performa timnya. Ia mengakui situasi sulit ini menjadi ujian berat yang harus segera dievaluasi.

“Yang pasti, ini mungkin ujian yang harus kami terima, dan kami harus berbenah,” ujar Bima usai pertandingan.

Sebagai langkah nyata untuk memutus tren buruk ini, Bima berencana mencari solusi cepat dan berdiskusi intensif dengan para pemain. Bahkan, ia membuka opsi untuk mendatangkan psikolog guna memulihkan mental bertanding skuadnya yang sedang tertekan.

“Cuma sekarang memang momennya ini, bagaimana kami bisa bangkit, saya akan bicara dengan manajemen, apa perlu untuk mendatangkan psikolog,” ungkapnya.

Meski tengah berada dalam periode sulit, Bima menegaskan bahwa dirinya tidak ingin Persela terus-menerus terpuruk. Ia berjanji akan segera membawa Laskar Joko Tingkir bangkit dan mempersembahkan kemenangan pada pertandingan selanjutnya.

“Kami harus segera bangkit,” tegasnya.

Bagikan Berita
DUA BABAK 90 MENIT BERITA. 2 BABAK CERITA.