BANDUNG – Skuad Persib Bandung U18 harus mengawali langkah mereka di babak pendahuluan Grup B Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27 dengan hasil kurang maksimal. Bertanding di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (3/10), tim berjuluk Maung Ngora tersebut dipaksa bertekuk lutut usai menyerah 0-1 dari tamunya, PSIS Semarang U18.
Satu-satunya gol penentu kemenangan Laskar Mahesa Jenar Muda dilesakkan oleh gelandang serang M. Rofiq Januar pada menit ke-40.
Pelatih Persib U18, Tito Agung Setiawan, mengaku kecewa dengan hasil akhir tersebut. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras dan perjuangan anak asuhnya yang telah berjuang maksimal di lapangan, kendati banyak peluang emas yang terbuang sia-sia.
"Dari awal, tim Persib U18 jadi yang terakhir dalam persiapan karena ada beberapa pemain yang baru bergabung. Dari segi permainan, yang paling utama di sini adalah perihal penyelesaian akhir," tutur Tito seusai pertandingan.
Tito menjelaskan bahwa secara alur permainan, anak-anak Bandung sebenarnya sanggup mengimbangi dan menguasai laga. Namun, tumpulnya lini depan membuat dominasi tersebut tak berbuah gol.
"Dalam beberapa kesempatan, kami mampu menguasai jalannya permainan, bahkan bisa beberapa kali membuat peluang. Jadi ini sepenuhnya soal penyelesaian akhir," tambahnya.
Selain masalah finishing, Tito juga menyoroti mentalitas serta proses adaptasi para pemain baru yang dianggap belum menyatu dengan pola permainan tim.
"Pemain-pemain yang baru bergabung masih adaptasi meskipun sebelumnya, saya berharap mereka bisa cepat beradaptasi terhadap game model kami. Seiring berjalannya waktu, saya optimistis tim ini akan berprogres," tutup Tito dengan optimis.