SURABAYA – Sebuah tembakan roket spektakuler dari jarak jauh yang dilesakkan oleh Muhammad Dean Maulana menjadi pembeda sekaligus penentu kemenangan Persebaya Surabaya U-16 atas Persik Kediri U-16. Bertanding pada matchday keempat Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (11/10) pagi, skuad Young Green Force menang tipis 1-0.
Laga yang dipimpin wasit Deni Nurhidayat ini dimulai pukul 07.30 WIB di bawah cuaca cerah ber suhu 26°C. Sejak awal pertandingan, anak-asuh pelatih Khabib Syukron langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil sangat dominan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-33. Menerima ruang di luar kotak penalti, Dean Maulana melepaskan sepakan keras terukur yang meluncur deras merobek gawang Persik Kediri U-16 yang dikawal Zevanno Setyo Pratama. Gol tersebut sekaligus menjadi ganjaran atas gaya permainan agresif dan berani yang diperagakan para pemain muda Bajol Ijo.
Selepas jeda, Persebaya U-16 tetap memegang kendali permainan melalui koordinasi antarlini yang dipimpin oleh sang kapten, Achmad Roffian Syaputra. Masuknya Revans Dwinanda Arjuna Putra di awal babak kedua menggantikan Muhammad Qobidh Eka Saputra kian memperhidup alur serangan tim tuan rumah.
Di sisi lain, Persik Kediri U-16 besutan pelatih Muchammad Yusuf merespons dengan merombak lima pemain sekaligus di awal babak kedua. Namun, disiplinnya lini pertahanan Persebaya U-16 yang dikawal Rafael Galang Pratama dan Danu Arya Ibrakirta membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan.
Selepas laga, pelatih Persebaya U-16, Khabib Syukron, mengapresiasi tinggi daya juang anak asuhnya.
“Anak-anak sudah bekerja keras sepanjang pertandingan. Mereka menunjukkan semangat juang yang bagus, tetap berusaha menjalankan instruksi, dan berjuang bersama untuk mempertahankan keunggulan. Tentu, kemenangan ini menjadi hasil positif bagi perkembangan tim,” ujar Coach Khabib.
Kendati puas dengan tambahan tiga poin, pelatih tetap memberikan catatan evaluasi terkait efektivitas serangan anak asuhnya.
“Masih ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi, terutama penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di momen-momen penting. Kami ingin para pemain lebih tenang dan efektif ketika mendapatkan peluang. Kemenangan ini patut disyukuri, tetapi anak-anak harus terus belajar dan berkembang,” tegasnya.
Kemenangan ini membuat Persebaya Surabaya U-16 kini mengoleksi sembilan poin dari tiga kemenangan di Grup C EPA One 2026/2027 dan terus menempel ketat persaingan di papan atas klasemen.