SURABAYA – De Red FC harus menelan kekalahan setelah ditaklukkan Persipura dengan skor 1-3 pada pertandingan Pegadaian Championship 2026, Jum’at (02/10) di Gelora 10 November, Surabaya.
De Red FC sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah Mochammad Supriadi mencetak gol pada menit ke-47. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.
Persipura kemudian membalikkan keadaan melalui Jeam Kelly Sroyer pada menit ke-57, Febriato Uopmabin menit ke-60, dan gol bunuh diri Burji el pada menit ke-64.
Meskipun Persipura bermain dengan 10 pemain akibat Lazarus Sinim menerima kartu merah pada menit ke-40, De Red FC masih kesulitan dalam menembus pertahanan Persipura.
Pelatih kepala De Red FC, Aji Santoso, mengakui timnya kehilangan ketenangan ketika pertandingan mulai berubah.
“Ketika kita leading, terus lawan bisa membalas, kita harus tetap tenang. Jangan panik. Tapi anak-anak kembali lagi seperti menghadapi ketika babak satu panik, ini tadi terulang lagi.”
Aji menilai beberapa gol yang tercipta merupakan hasil dari kesalahan pemainnya sendiri. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting yang akan dievaluasi setelah pertandingan.
“Gol-gol yang terjadi memang kesalahan-kesalahan pemain kita sendiri. Ini yang akan kita evaluasi lebih jelas.”
Aji juga menyebut pengalaman Persipura menjadi salah satu faktor yang membuat lawan mampu memanfaatkan momentum pada babak kedua.
“Pemain-pemain ini menghadapi lawan tim yang berpengalaman seperti Persipura, babak kedua Persipura semakin cerdas.”
Sementara itu, pencetak gol De Red FC, M. Supriadi, mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan.
“Saya sendiri dan semua pemain yang lain merasa sedih dengan hasil ini. Tentunya saya sendiri dan semua pemain kecewa dengan hasil pertandingan sore ini.”
Kekalahan 1-3 ini menjadi bahan evaluasi bagi De Red FC, khususnya dalam menjaga konsentrasi, ketenangan, dan konsistensi permainan ketika menghadapi tekanan lawan.