DUA BABAK DUA BABAK SPORTS NEWS PORTAL
DUA SISI, SATU PERMAINAN, BERAGAM CERITA
Nasional

John Herdman: Kartu Merah Jadi Hadiah dan Kutukan untuk Indonesia

Foto : John Herdman / Kita Garuda
Foto : John Herdman / Kita Garuda

JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai kartu merah yang diterima timnya dalam laga kontra Malaysia menjadi ujian penting bagi karakter para pemain. Bermain dengan 10 orang sejak awal laga membuat Indonesia dipaksa bertahan dan berjuang keras hingga pertandingan berakhir.

Alih-alih meratapi keputusan wasit, Herdman justru melihat situasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan yang harus dilalui timnya.

“Saya sudah 25 tahun di sepak bola sebagai pelatih dan menjalani begitu banyak pertandingan. Saya pernah mendapat keputusan yang menguntungkan dan juga tidak beruntung dari wasit. Dalam jangka panjang, semuanya akan seimbang,” ujar Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurut Herdman, bermain dengan 10 pemain memberikan pengalaman berharga bagi skuadnya. Para pemain dituntut untuk saling membantu dan menunjukkan kepedulian terhadap tim serta negara.

“Kartu merah bagi kami memberikan kesempatan bagi para pemain untuk membangun persaudaraan, belajar bagaimana berjuang bersama dalam sebuah momen untuk negara mereka,” katanya.

“Jadi, Anda bisa melihat sisi buruk dari kartu merah itu, tetapi dalam beberapa hal, itu juga merupakan sebuah hadiah. Ini bagian dari perjalanan kami. Kami membutuhkan momen-momen seperti ini untuk mengetahui bahwa para pemain ini bisa datang dan berjuang untuk negara,” lanjutnya.

Herdman menyebut situasi tersebut sebagai “hadiah sekaligus kutukan”. Sebab, kartu merah membuat Indonesia berada dalam tekanan besar, tetapi di sisi lain memperlihatkan mentalitas dan kebersamaan skuad.

Hal tersebut juga terlihat dari perjuangan Indonesia mengamankan gawangnya. Kiper Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga clean sheet setelah tim bermain dengan 10 pemain.

Paes turut memberikan apresiasi kepada para suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan.

“Ketika kami bermain dengan 10 pemain, kami membutuhkan para fans. Kami membutuhkan 11 pemain dan saya pikir mereka memberikan itu,” ujar Paes.

Menurut Paes, dukungan dari tribun menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk bertahan hingga menit terakhir.

Ia juga menyoroti kerja keras lini pertahanan Indonesia. Komunikasi dengan para pemain belakang terus dilakukan untuk mengantisipasi gelombang serangan Malaysia, terutama pada babak kedua.

“Ketika pertandingan semakin sibuk, saya bisa dengan mudah mengaktifkan fokus. Saya terus berbicara dan berkomunikasi dengan lini belakang,” kata Paes.

Paes mengakui dirinya sudah memperkirakan Malaysia akan banyak mengirimkan umpan silang, bola-bola ke kotak penalti, serta melepaskan tembakan dari berbagai sudut.

“Kami sudah bersiap untuk itu dan melakukan semua yang kami bisa untuk memblok bola. Saya pikir Elkan mungkin memblok delapan bola dan melakukan lima clearance. Apa yang dia lakukan di menit terakhir itu luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Herdman mengakui masih ada aspek yang harus diperbaiki Indonesia, terutama ketika harus bermain dengan 10 pemain.

Menurutnya, strategi bertahan sudah berjalan cukup baik, tetapi Indonesia perlu meningkatkan aspek serangan ketika berada dalam situasi serupa.

“Kami perlu mengevaluasi strategi bermain dengan 10 pemain. Mungkin kami bisa lebih menyerang dalam bentuk tersebut. Peningkatan kami adalah pada aspek menyerang dari strategi bermain dengan 10 pemain,” tutur Herdman.

Herdman juga meminta suporter untuk kembali memberikan dukungan pada pertandingan berikutnya. Menurutnya, energi dari tribun menjadi salah satu faktor penting dalam perjuangan skuad Garuda.

“Apa yang mereka lihat malam ini adalah sebuah tim yang ingin berjuang untuk mereka. Dan itulah yang akan terus kami lakukan,” kata Herdman.

“Kepada para fans, datanglah dan dukung kami. Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.


Bagikan Berita
DUA BABAK 90 MENIT BERITA. 2 BABAK CERITA.