SURABAYA — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC dalam lanjutan BRI Super League, Sabtu (19/9/2026).
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku kecewa karena timnya gagal mengamankan kemenangan. Menurutnya, Bajul Ijo sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk mendapatkan tiga poin.
Persebaya bahkan sempat mencetak gol yang kemudian dianulir setelah pemeriksaan VAR. Setelah mampu mencetak gol lainnya, Persebaya gagal mempertahankan keunggulan setelah Garudayaksa menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati.
Bernardo secara khusus menyoroti proses terjadinya gol tersebut. Ia menilai lini pertahanan Persebaya melakukan kesalahan ketika menghadapi skema short corner Garudayaksa.
“Pada short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam satu garis dan kami harus lebih agresif menyerang pemain yang menguasai bola. Sayangnya, kami membiarkan mereka mengirimkan umpan ke tiang kedua dan mencetak gol,” kata Bernardo dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Secara permainan, Bernardo menilai Persebaya memiliki peluang yang cukup untuk memenangkan laga. Namun, efektivitas di depan gawang menjadi masalah karena peluang-peluang tersebut tidak mampu menghasilkan gol kemenangan.
“Kami memiliki lebih banyak percobaan ke gawang, lebih banyak corner, dan lebih banyak dalam segala hal, tetapi kami tidak mencetak gol untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Bernardo juga mengingatkan bahwa Garudayaksa bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, tim lawan memiliki pemain berkualitas, termasuk sejumlah pemain dengan pengalaman di level tim nasional.
“Saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mendapatkan tiga poin seperti yang kami inginkan. Tetapi inilah sepak bola,” ungkap pelatih asal Portugal tersebut.