DUA BABAK DUA BABAK SPORTS NEWS PORTAL
DUA SISI, SATU PERMAINAN, BERAGAM CERITA
Liga 1

Timnas U-20 Pantau Aleandro Alan Maulana di Persebaya, Massa Otot Jadi Perhatian

Foto : Sofie Imam Faisal, pelatih fisik Timnas U20 berada di stadion GBT di laga Persebaya vs Persijap
Foto : Sofie Imam Faisal, pelatih fisik Timnas U20 berada di stadion GBT di laga Persebaya vs Persijap

SURABAYA – Tim pelatih Timnas Indonesia U-20 terus memantau perkembangan pemain yang berkarier di level klub. Kali ini, pelatih fisik Timnas U-20, Coach Sofie Imam Faizal, menyambangi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, untuk melihat langsung kondisi pemain Persebaya.

Kedatangan Coach Sofie merupakan bagian dari pemantauan terhadap pemain yang masuk dalam pantauan Timnas U-20, termasuk Aleandro Alan Maulana dan Dimas Adi.

Ia hadir mewakili pelatih kepala Timnas U-20, Nova Arianto, untuk memastikan kondisi terkini para pemain sebagai bagian dari persiapan menghadapi dua pertandingan uji coba di Antalya, Turki, melawan Yordania dan Amerika Serikat.

Sofie menjelaskan, perkembangan fisik Aleandro Alan Maulana sejauh ini menunjukkan hasil yang cukup positif. Meski demikian, peningkatan komposisi tubuh masih menjadi salah satu fokus tim pelatih.

Menurutnya, tuntutan fisik di kompetisi internasional berbeda dengan kompetisi domestik. Apalagi, Timnas U-20 dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di level Asia, termasuk melawan negara-negara dengan karakteristik fisik kuat seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Timur Tengah.

“Kompetisi internasional dengan kompetisi di dalam negeri tuntutan secara fisik dan komposisi badannya otomatis berbeda. Kita akan bertemu negara-negara seperti Jepang, Korea, terus seperti Timur Tengah yang secara fisik kuat,” ujar Sofie.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran awal, Aleandro tidak memiliki masalah pada aspek VO2 Max. Namun, hasil analisis menunjukkan massa otot atau skeletal muscle masih perlu ditingkatkan.

Untuk itu, tim pelatih fisik Timnas U-20 telah memberikan program latihan individual guna membantu meningkatkan massa otot pemain.

Sofie turut menjelaskan bahwa pengaturan latihan harus disesuaikan dengan menit bermain pemain bersama klub. Ketika kesempatan bermain masih terbatas, pemain memiliki ruang untuk menjalani program peningkatan massa otot.

Sebaliknya, ketika menit bermain cukup tinggi, penambahan beban latihan perlu diperhitungkan agar tidak meningkatkan risiko cedera.

“Di saat menit bermain kalian kurang, di saat itulah kalian bisa meningkatkan massa otot. Tetapi sebaliknya, di saat kamu mempunyai banyak menit bermain, otomatis kamu tidak akan bisa menaikkan massa otot, takutnya nanti akan terjadi cedera,” jelasnya.

Pemantauan langsung ke klub menjadi salah satu upaya Timnas U-20 untuk memastikan perkembangan pemain berjalan sesuai program yang telah disiapkan. Dengan demikian, para pemain diharapkan memiliki kondisi fisik yang mampu memenuhi standar persaingan di level internasional.


Bagikan Berita
DUA BABAK 90 MENIT BERITA. 2 BABAK CERITA.