DEPOK — Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/27 dijadwalkan bergulir mulai 3 Oktober 2026. Tiga tim kelompok usia Persija Jakarta yakni U-16, U-18, dan U-20 telah mematangkan seluruh rangkaian persiapan guna memastikan skuad berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki sengitnya persaingan nasional.
Bagi Persija U-16, pramusim dimanfaatkan untuk membangun fondasi permainan serta pemahaman taktik, mulai dari organisasi menyerang, bertahan, hingga transisi. Pelatih kepala Persija U-16, Ferdiansyah, yang merupakan Pelatih Terbaik EPA ONE musim lalu, menekankan pentingnya perkembangan individu dan kesiapan mental karena mayoritas pemain baru pertama kali tampil di level nasional.
"Bagi kami di Persija Development, juara itu bukan hanya soal angkat piala, tapi juga mereka yang juara dalam hal melawan rasa malas, rasa ragu, rasa takut, disiplin, lifestyle yang hebat dan anak-anak ini harus mau berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujar Ferdiansyah.
Di kelompok usia U-18, pelatih Ramdani Lestaluhu fokus meningkatkan intensitas permainan, presisi taktik, serta kewaspadaan pemain di lapangan. Pria yang juga legenda hidup Persija ini mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan siapa pun lawan yang dihadapi.
"Saya selalu tekankan ke semua pemain bahwa jangan pernah menganggap remeh lawan, pikir semua pemain lawan itu berat. Agar semua pemain selalu fokus di setiap pertandingan dan bermain dengan penuh semangat dan kerja keras," tegas Ramdani.
Sementara itu, pelatih Persija U-20, Blitz Tarigan, menitikberatkan persiapan pada pengembalian ritme bertanding setelah melewati periode laga uji coba melawan tim-tim setara hingga lintas usia. Meski Persija Development menargetkan ketiga kelompok usia melangkah sejauh mungkin, Blitz mengingatkan agar target tersebut tidak menjadi beban yang merenggut kegembiraan bermain bola.
"Orang bermain sepak bola adalah untuk bersenang-senang, jadi jangan pernah takut bertanding dengan lawan siapa pun dan bermain di mana pun. Enjoy the game," pesan Blitz Tarigan kepada para pemainnya.