BANJARMASIN — Hasil mengecewakan saat menyerah 0-1 dari Persela Lamongan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (4/10) lalu, memaksa PS Barito Putera melakukan evaluasi menyeluruh. Pelatih kepala Hendri Susilo menyoroti satu kelemahan krusial yang terus berulang dan berujung fatal: hilangnya konsentrasi pemain di menit-menit akhir pertandingan.
Laskar Antasari tercatat berulang kali kecolongan jelang peluit panjang dibunyikan. Sebelum gol Persela pada menit ke-80 menghancurkan asa mereka di kandang, situasi serupa sudah memakan korban. Barito Putera harus merelakan poin usai kebobolan di menit ke-86 saat tunduk 2-3 dari Deltras FC. Bahkan sejak pekan perdana Pegadaian Championship 2026/27, gawang mereka juga jebol di menit ke-90 saat membungkam Persipura Jayapura 3-2.
"Masalah kami selama beberapa pertandingan, selalu di akhir, di menit akhir, pasti loss konsentrasi," tegas Hendri Susilo usai laga.
Padahal, staf pelatih telah berupaya keras menggembleng fokus anak asuhnya dalam sesi latihan sebelum laga kontra Persela. Kendati mengklaim ada sedikit perbaikan dari segi permainan dan penyelesaian akhir, Hendri tak menampik bahwa lubang di menit-menit kritis tersebut masih menjadi pekerjaan rumah terbesar yang wajib segera dibenahi.