MALANG — Kegagalan mengantisipasi bola mati kembali menjadi masalah RANS Nusantara FC. Meski sudah menjadi bahan evaluasi dalam beberapa pertandingan sebelumnya, kesalahan serupa kembali terulang saat menghadapi Deltras FC pada laga Pegadaian Championship 2026/27.
RANS Nusantara FC harus menelan kekalahan perdana musim ini setelah takluk 1-2 dari Deltras FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (27/9).
Pelatih RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, sebenarnya telah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan set piece. Dalam beberapa hari latihan menjelang pertandingan, Dedik Setiawan dan kawan-kawan berulang kali mendapatkan materi antisipasi bola mati.
Namun, latihan tersebut belum cukup untuk menghindarkan RANS dari kesalahan yang sama.
Deltras FC mampu membuka keunggulan melalui Zabihi Taher pada menit ke-3. Gol kedua kemudian dicetak M. Idris pada menit ke-53. Sementara RANS Nusantara FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Jan Martin Hoel pada menit ke-90+4.
Kas Hartadi mengakui bahwa kegagalan mengantisipasi set piece menjadi salah satu faktor utama kekalahan timnya.
Menurutnya, gol pertama Deltras FC menjadi bukti bahwa lini belakang RANS masih belum mampu menjalankan tugas dengan baik ketika menghadapi situasi bola mati.
“Sebenarnya kami selalu mengingatkan di setiap match dan selalu sudah evaluasi kelemahan-kelemahan, selalu banyak kebobolan di set piece,” ungkap Kas Hartadi.
Selain persoalan di lini belakang, Kas Hartadi juga menyoroti efektivitas lini depan. RANS dinilai memiliki sejumlah peluang yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol.
“Pemain juga sudah berusaha, kita banyak menguasai permainan, tapi kami juga belum beruntung,” ucapnya.
Kekalahan dari Deltras menjadi evaluasi penting bagi RANS Nusantara FC. Terlebih, persoalan set piece yang sudah berulang kali menjadi perhatian masih belum mampu diperbaiki secara maksimal.