SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku frustrasi setelah timnya gagal meraih kemenangan meski tampil lebih dominan dalam pertandingan melawan PSS Sleman. Ia menilai Green Force telah berjuang maksimal, tetapi dua kesalahan membuat lawan mampu mencetak dua gol.
Tavares menyebut Persebaya mampu menciptakan sekitar 20 tembakan sepanjang pertandingan. Sebaliknya, PSS hanya melepaskan dua tembakan dan keduanya berbuah gol.
“Sayangnya, ini pertandingan yang sudah kami coba perjuangkan dengan maksimal. Kami menciptakan sekitar 20 tembakan, sementara lawan hanya melepaskan dua tembakan dan keduanya menjadi gol,” ujar Tavares.
Ia juga menegaskan bahwa hasil tersebut tidak mencerminkan perjuangan para pemain di lapangan. Menurutnya, Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin atas dukungan yang diberikan, begitu pula para pemain yang telah menunjukkan sikap dan kerja keras sepanjang pertandingan.
“Saya frustrasi dengan hasil ini karena menurut saya, Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin. Para pemain juga layak mendapatkannya berkat sikap dan perjuangan mereka. Namun, sayangnya, kami gagal meraih kemenangan,” katanya.
Dua Kesalahan Jadi Evaluasi
Meski kecewa dengan hasil akhir, Tavares tetap melihat sejumlah hal positif dari penampilan timnya. Namun, ia menyoroti dua detail yang menurutnya menjadi faktor penentu kegagalan Persebaya meraih kemenangan.
Kesalahan pertama terjadi melalui pelanggaran yang berujung gol bagi lawan. Sementara itu, kesalahan kedua berkaitan dengan terlalu besarnya ruang di antara lini permainan Persebaya sehingga pemain lawan memiliki kesempatan melepaskan tembakan.
Tavares menilai dua kesalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.
“Itulah dua detail yang menentukan pertandingan ini. Lawan hanya melepaskan dua tembakan dan mencetak dua gol. Menurut saya, itulah gambaran pertandingan hari ini,” jelasnya.
Fokus Pemulihan Kondisi Pemain
Setelah pertandingan tersebut, Persebaya harus segera mengalihkan perhatian ke laga selanjutnya yang akan berlangsung di kandang lawan. Tavares menilai pemulihan kondisi pemain menjadi prioritas, terlebih tim berikutnya memiliki waktu persiapan yang lebih panjang karena telah bermain dua hari lebih awal.
Selain pemulihan fisik, tim pelatih juga akan menganalisis sejumlah aspek permainan yang belum berjalan optimal.
“Fokus kami saat ini adalah memulihkan kondisi pemain, menganalisis hal-hal yang belum berjalan dengan baik, dan berusaha tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya,” tutup Tavares.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya untuk memperbaiki efektivitas permainan, terutama dalam mengantisipasi kesalahan yang dapat dimanfaatkan lawan. Green Force kini dituntut segera bangkit agar mampu meraih hasil lebih baik pada laga berikutnya.