PAREPARE – Persebaya Surabaya harus pulang tanpa poin setelah menelan kekalahan 0-1 dari PSM Makassar pada pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Bajul Ijo. Pasalnya, Persebaya sebenarnya mampu meningkatkan permainan pada babak kedua dan menciptakan sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal mencetak gol.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa timnya tidak tampil optimal pada babak pertama. Ia juga menjelaskan bahwa rotasi pemain dilakukan karena jadwal pertandingan yang berdekatan serta perjalanan jauh menuju Parepare.
PSM Makassar bermain pada 16 Oktober, sedangkan Persebaya baru bertanding pada 18 Oktober. Kondisi tersebut membuat Tavares memilih merotasi sejumlah pemain untuk menjaga kebugaran sekaligus memberikan kesempatan bermain kepada pemain lainnya.
Pada babak pertama, Tavares menilai kedua tim tidak banyak menciptakan peluang berbahaya. Salah satu peluang PSM datang melalui tembakan pemain nomor 7 setelah bek Persebaya, Risto, terpeleset. Namun, Reza berhasil menghalau bola hingga menghasilkan sepak pojok.
Memasuki babak kedua, Persebaya tampil lebih baik dan mulai menekan pertahanan tuan rumah. Sejumlah peluang tercipta, termasuk tembakan yang membentur tiang gawang, sundulan Yuran Fernandes, serta percobaan Toni.
Sayangnya, berbagai peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Persebaya juga memperoleh kesempatan melalui tendangan penalti, tetapi tidak mampu memanfaatkannya.
Situasi semakin sulit setelah Yuran Fernandes mencetak gol bunuh diri yang menjadi penentu kekalahan Persebaya dengan skor 0-1.
“Kadang-kadang ada hari ketika hal seperti ini terjadi. Hari ini, PSM Makassar lebih beruntung daripada kami,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa Persebaya harus segera mengevaluasi kekurangan tim dan memulihkan kondisi para pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Francisco Rivera juga mengungkapkan kekecewaannya karena Persebaya gagal membawa pulang tiga poin. Ia mengakui timnya tidak bermain baik pada babak pertama, tetapi mampu menciptakan lebih banyak kesempatan setelah turun minum.
“Kami kecewa karena tidak bisa meraih tiga poin. Pada babak pertama, kami tidak bermain dengan baik. Namun, pada babak kedua, kami memiliki banyak peluang dan tidak bisa mencetak gol. Kami akan bekerja keras untuk pertandingan berikutnya,” kata Rivera.
Kekalahan di Parepare menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya. Ketajaman di depan gawang dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi aspek yang perlu diperbaiki agar Bajul Ijo dapat kembali meraih hasil positif pada pertandingan selanjutnya.