JAKARTA — Pelatih Persija Women, Muhamad Yusup Prasetiyo, menilai timnya masih perlu meningkatkan performa setelah menjalani laga pembuka Indonesia Women's League (IWL) 2026/27. Hasil imbang 1-1 saat bersua FC Bekasi City Women di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10) malam, kini menjadi bahan evaluasi penting bagi skuad Macan Kemayoran.
Pelatih yang akrab disapa Yoyo tersebut mengakui penampilan anak asuhnya belum memenuhi ekspektasi. Meski demikian, ia memaklumi bahwa laga pembuka kerap memberikan tekanan tersendiri bagi para pemain.
“Terus terang, saya tidak senang dengan performa pemain pada pertandingan hari ini. Namun, ini hal yang normal karena merupakan laga pertama. Pertandingan perdana selalu sulit di mana pun. Karena itu, kami harus tetap mensyukuri hasil yang diraih malam ini,” ujar Yoyo.
Dalam laga tersebut, Persija Women sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain FC Bekasi City, Nao Tsukamoto, mencetak gol lewat titik putih pada menit ke-30. Namun, respons cepat ditunjukkan Persija sembilan menit berselang. Saki Nishihara sukses menyamakan kedudukan melalui sepakan bebas terukur dari kaki kirinya yang gagal dihalau kiper lawan.
Selain performa di lapangan, Yoyo juga menyoroti aspek kelengkapan pemain asing. Persija Women baru dapat menurunkan dua legiun asing, yakni Saki Nishihara dan Michika Sakamoto, sementara Lisa Jacob masih belum bisa dimainkan. Kondisi ini membuat Persija kalah jumlah dibanding lawan yang langsung menurunkan empat pemain asing sekaligus.
“Perbedaannya cukup terasa ketika lawan memainkan empat pemain asing, sementara kami baru bisa menurunkan dua. Situasi itu membuat pertandingan terasa kurang kompetitif jika melihat perbandingan jumlah pemain asing yang berada di lapangan,” jelasnya.
Kendati belum meraih poin penuh, Yoyo mengaku mendapatkan peta kekuatan baru mengenai peta persaingan IWL musim ini. Setelah mengamati tiga laga awal, ia terkejut dengan kualitas teknis dan ketatnya kompetisi sepak bola wanita di Indonesia.
Bagi Yoyo, ini merupakan pengalaman pertamanya membesut tim sepak bola putri. Kualitas yang ditunjukkan para peserta membuatnya makin terpacu untuk mempersiapkan tim lebih matang di laga-laga selanjutnya.
“Sejujurnya, saya cukup terkejut melihat tingkat persaingan kompetisi ini. Dari tiga pertandingan yang saya amati, semuanya menunjukkan permainan yang kompetitif. Ini pertama kalinya saya melatih tim wanita dan saya tidak menyangka persaingannya akan seketat ini. Semua tim memiliki kemampuan dan kualitas yang bagus,” pungkas Yoyo.