SURABAYA — Akademi Persebaya kembali menunjukkan perannya sebagai kawah candradimuka bagi tim utama Bajul Ijo. Pada jeda kompetisi BRI Super League 2026/27, sebanyak empat hingga lima talenta muda dari Persebaya Junior dipastikan mendapat kesempatan langka untuk mencicipi atmosfer latihan bersama tim senior.
Langkah ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus jalur cepat bagi para pemain muda untuk unjuk gigi di hadapan jajaran pelatih kepala. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku telah mengantongi sejumlah nama potensial setelah melakukan analisis mendalam melalui rekaman video pertandingan tim junior.
"Target kami selalu untuk melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk membantu tim utama. Selain itu, saya juga sempat memantau beberapa pertandingan mereka lewat video, dan itulah tujuannya," tutur Tavares.
Pemanggilan ini menjadi angin segar bagi sistem pembinaan usia muda Persebaya. Kebijakan tim pelatih membuktikan bahwa proses pemantauan akademi tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan jangka panjang, tetapi juga untuk menemukan opsi instan dari dalam klub sendiri.
Di bawah komando Tavares, para pemain muda berusia 15 hingga 18 tahun kini memiliki ruang terbuka untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi sepak bola nasional